Posts

Jaen Idup di Bali (?)

Image
Saat entry ini dibuat, Bali sedang riweuh. Gunung Agung yang akhirnya tak kuasa menahan gejolak dalam dada mulai terbatuk-batuk sejak lima hari lalu. Saya masih lumayan beruntung. Tempat saya tinggal di Ubud bahkan tidak tersentuh abu vulkanik meskipun saya masih bingung sebentar lagi kontrakan habis.

Tapi saya nggak mau ngomong soal Gunung Agung. Saya mau cerita soal manusia yang bersinggungan dengan saya kemarin pagi utuk-utuk.

Karena malas basah-basahan pulang dari ngopi-ngopi ngantuk di Sanur, saya menunggu hujan di teras CK. Jam empat lebih sedikit dan mas-mas dengan jaket salah satu ojol tergopoh-gopoh setelah memarkir motornya dan minta izin duduk di depan saya. Beberapa saat basa-basi-busuk lalu dia cerita habis "dikerjain" kastemer. Soto daging sapi dan seporsi nasi yang dipesan tak bisa dia antarkan karena mbak yang order nggak bisa dikontak. Saya yang sering baca drama-dramanya di Instagram ya trenyuh to yaaa. Karena masih ada uang lebih saya bayarin lah itu soto…

In Memoriam: The Novelist I Know Not Thy Name

Image
“That’s the duty of the old, to be anxious on behalf of the young. And the duty of the young is to scorn the anxiety of the old.” Philip Pullman in The Golden Compass
Hari ini Google memperingati kelahiran Georges Perec, seorang novelis, pembuat film, penulis, dll dan jagoan bikin pun yang namanya nggak bakal saya kenal kalau saya nggak iseng baca di Wiki. Untuk mengenang the great, unknown man (dan merayakan procrastinating saya dari 4 file editan yang harus dikirim besok), saya mau nulis soal buku yang baru saya baca. Biar keren aja.



Judul aslinya adalah Northern Lights. Penampakannya bisa dilihat di gambar di atas. Di beberapa negara, buku tersebut disebut The Golden Compass, sebagaimana film bikinan Holywood-nya yang ada Tante Nicole Kidman, Om Daniel Craig dan Mbak Eva Green. Saya mungkin akan cerita sedikit bukunya isinya gimana. Tapi kalau sudah nonton filmnya yang gegap gempita dan cerlang-cemerlang itu, kamu akan kaget betapa gelap, lembab, sendu, dan sangat steampunk Phili…

Just Another #LGBT Rants

Beralasan 😁 pic.twitter.com/eSlSp9YU1I — Malak al-Maut (@inJEFFwetrust) July 1, 2015
Pada suatu sore yang selo, berharap bisa menunda pekerjaan untuk beberapa jam ke depan, saya nemu beginian. Menurut saya ini bagus banget. Meskipun berlatarbelakang budaya Amerika yang katanya Barat modern dan liberal dan antek Konstipasi Wahyudi, tapi mereka keukeuh sumeukeuh lho, menentang pernikahan sesama jenis. Gimana nggak, dari mana pun kita melihat, para "pengidap" LGBT itu salah, bejat, amoral, nggak sesuai dengan norma dan etika bermasyarakat baik itu di Timur dan di Barat, jahat, keji, nggak menjunjung nilai-nilai Pancasila, ladidadida, yadayadayada.

Jadi, karena saya lagi baik, saya akan terjemahkan buat, misalnya, sebut saja Uni Sahabat Kita Semua (elu ya, gw nggak), para menteri bergaji tinggi kebanyakan magabut dan males mendidik diri sendiri karena waktunya abis buat melanggengkan kursi jabatan, media berat sebelah nan pemalas nyari info dan atau nyari narsum yang tepat, da…

What is in A Name?

Image
What's in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet
- William Shakespeare in
Romeo and Juliet, Act II. Scene II

Saya percaya nama adalah harapan, tersemat di sekujur tubuh, mengalir di pembuluh darah, bahkan sebelum tangis pertama seorang bayi terdengar. Nama adalah "label" lain yang diberi orang tua untuk anaknya, selain "label" biologis semacam kelamin, warna kulit, bentuk dan warna mata dan rambut, jumlah jemari, dan sebagainya. Nama juga menjadi penanda eksistensi manusia dengan sekelilingnya, terutama dengan keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Dalam drama roman-romanan, Shakespeare yang kutipannya saya comot juga telah menciptakan tragedi konyol hanya karena nama belakang Mas Romeo dan Mbak Juliet. Padahal kan mereka bisa kabur aja dari Itali ke Spanyol, terus pilih deh antara Niña, Pinta, atau Santa Maria buat ditebengin, ngikut Om Columbus menemukan Amrik. Dan sambil jalan bisa asyik-asyikan bikin dedek. Ihik!

Kita nggak …

Jalannya Sekali, Belajarnya Berkali-kali

Image
Perjalanan adalah perihal petualangan, bukan hanya tujuan.

Dua minggu lalu, seperti Jumat ini, adalah Jumat yang biasa di awal Oktober yang juga biasa. Denpasar sedang panas-panasnya, biasa. Ransel gendut 40 liter lebih yang menempel di punggung menjadi semacam tameng dari teriknya matahari saat bermotor sepanjang Tohpati-Ngurah Rai. ITU yang nggak biasa. Iya, ceritanya saya mau jalan-jalan. Jadwalnya sih 3 hari, dari berangkat sampai pulang. Tapi saya bawa perabotan lenong yang sepertinya untuk tinggal sebulan juga nggak kekurangan. Semua dibayarain PT Djarum bareng Jelajah Negeri Tembakau II. Duh, saya tersanjung. Nggak sia-sia selama ini ngeblog. Akhirnya ada yang khilaf nyuruh saya lancong, diempanin, dianter jemput pake bis dingin, dibayarin pulak! Saya merasa kaffah jadi blogger beneran. Ah!

Lalu drama dimulai...

Tiket Lion Air DPS-LOP yang dikirimkan panitia ke surel saya bilang pesawat saya terjadwal berangkat pukul 16.50 WITA. Saya yang datang dua jam sebelumnya dengan santai…

Help Bonnie!

Image
"A dog is the only thing on earth that loves you more than she loves herself"
- Josh Billings


Puppy lucu ini namanya Bonnie. Per tanggal 29 September 2015 kira-kira usianya 3 bulanan. Bonnie adalah hasil penelantaran tetangga kost yang mengira bahwa memelihara bayi anjing Bali adalah cara yang tepat untuk mendapatkan penjaga rumah gratisan, tanpa mempertimbangkan perawatan, pengobatan, dan pemberian makan.

-----
This cute lil angel is Bonnie. As per September 29, 2015, she's about 3-month old. She was abandoned by people next door who thought that giving leftovers to a Bali dog puppy results in free security guard for the house, without a slightest consideration to correct nurturing, healthcare, and proper food, not to mention her well-being.



Pertama kali datang ke tempat saya, "body check" Bonnie menghasilkan 100 lebih kutu. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka-luka scabies yang konstan digaruk. Perutnya besar sekali, tapi tubuhnya ringan saat diangkat. Se…

Dear Dewi...

Image
… karena yang tidak membunuhmu hanya membuatmu lebih kokoh.

Dear Dewi,

Kau harus tahu bahwa dunia tidak berputar mengelilingimu. Bahwa hidup tak pernah adil dan hal-hal yang kau inginkan tak selalu datang mewujud di depanmu. Bahkan dunia adalah satu kecelakaan maha besar karena seciprit bakteri iseng keukeuh berkembang biak lalu membuat Bumi berevolusi ratusan juta tahun hingga kita, ras manusia, berdiri tegak mengangkangi seru sekalian alam.

Kita tak lebih dari bakteri itu dibandingkan dengan apa yang menyesaki semesta. Apa yang kita miliki sekarang, saat ini, adalah hasil perjuangan kita untuk mendapatkannya. Sesuatu yang tidak kita miliki bisa kita raih nanti, setelah melalui berbagai pertarungan puputan jika kau menginginkannya lebih dari hidupmu. Jika di tengah pertarungan kau kalah, kau harus legawa melepasnya dari genggamanmu. Mungkin belum saatnya kau punya ‘sesuatu’ itu. Mungkin kau belum siap. Mungkin ini, mungkin itu. Akan ada banyak sekali ‘mungkin’.

Wi,

Kita sering lupa b…

Puppy (I) Love

Image
Nyari teman hidup setia, menghibur, lucu, penyayang, menyenangkan, (sedikit) nakal, selalu menunggu kamu pulang dan nggak pernah rese nanya-nanya? Piaralah anjing.
- Guweh


Bocah perempuan kecil di atas itu bernama Tuhan. Dia ditemukan seorang teman (yang akhirnya jadi godfather-nya) sedang menangis ketakutan pada suatu malam akhir Mei 2014 di dalam gorong-gorong kering di perempatan Sunset Road, Bali. Punggungnya penuh luka, perutnya besar, dan selalu garuk-garuk. Keesokan harinya dia dibawa ke BARC, Ubud, dikasih obat cacing dan anti kutu. Menurut Mbak Dokter di sana, usianya paling antara 6-8 minggu. Masih terlalu kecil untuk bisa bertahan di dunia luar sendirian, untuk mencari atau berebut makanan dengan mahluk-mahluk yang lebih besar, lebih tua, lebih buas, dan lebih berpengalaman. Beberapa jam setelahnya saya nggak nyangka tubuh sekecil itu bisa menjadi inang untuk sesuatu yang menggeliat-geliat keluar dari feses. Ugh!




Tuhan makannya banyak! Dan dia tumbuh jadi gadis kecil ramah y…

Mari Mencium Pantat!

Image
Semua perbuatan baik berawal dari niat baik. Kecuali kalo yang berbuat adalah parpol
- Guweh 


Lihat gambar di atas?

Saya sih suka. Dan entah si bapak-bapak itu ngebayangin apa ke bocah-bocah. Maaf ya, Pak. Saya nggak nuduh. Tapi hari gini, kita nggak pernah tahu pedo bear bermanifestasi ke orang (bertampang) baik-baik seperti apa lagi. Tapi saya ngebayanginnya para bapak itu merasa bangga karena ilusi pengayom dan penyedia bagi anak-anak.


Sekarang gambar di atas itu. Saya nggak suka liatnya. Bukan karena si bapak nyengirnya mengerikan kayak pengusaha human trafficking, bukan. Tapi gimana cara orang di hadapannya cium tangan. Nunduk banget, kayak yang pasrah-madep-mantep-total gitu. Oke, kalian emang dibantu. Tapi ya nggak gitu-gitu amat, lah. Itu masalah saya sih, bukan masalah mereka. Dan mereka (juga kamu) juga nggak perlu tau itu. Nggak penting, nggak bikin orang-orang berhenti rebutan tanah di Palestina.

Tapi satu hal yang paling penting, adalah tradisi cium tangan.

Sebengal-benga…

Ndoroku, Ndoromu, Ndoro Kita Semua

Image
"Lelaki tidak menangis, tapi hatinya berdarah"
- Ndorokakung aka Ndoro Bedhes aka Dek Wi (khusus buat pinisepuh yang rambutnya udah putih semua) aka Lelaki Wangi Pandan

Om-om di atas itu dulu adalah temen saya gojekan meskipun akun twitter kami nggak saling follow-followan. Walau mukanya nakal, ada beberapa hal baik yang sering beliau bagi dengan saya. Misalnya, tebengan mobil ke kost dari tempat nongkrong. Atau sebuah sapaan hangat "Piye, Nduk?" sedetik sebelum beliau mendaratkan bokong yang tergerus zaman ke kursi panjang di depan gerobak angkringan. Kemungkinan besar beliau nggak tau state of mind saya saat itu. Tapi beberapa kali "Piye, Nduk?" itu menyelamatkan kejiwaan saya karena gondok dan sebal tak terkira ke beberapa manusia yang saya nggak bisa tonjok atau maki-maki.

Kesan pertama bertemu beliau mungkin akan menipu (kecuali kamu mbak-mbak ayu-cantik-semlohai) karena beliau bisa sangat kemaki dan mbois meskipun senyuman ramah tak pernah lepas dari…